Hiking lagi Sabtu kemarin, Sangkuriang – Sungai Cikapundung

Gak seru kalau Sabtu gak hiking… sekarang kegiatan ini jadi bikin ketagihan dan bikin saya pengen nulis terus tentang ngapain saja kita di jalan.

OK, ceritanya Sabtu kemarin 22.07.17 Arsten, Saya dan Arnold kembali hiking. Kali ini tempatnya cukup seru buat diliput. Berhubung kita jalan bareng BPT (Bandung Psychological Training) maka track-nya mereka yang tentuin.. kita tinggal ikut saja.

Biasanya sebelum mulai perjalanan, BPT selalu ajak anak-anak untuk doa bersama supaya perjalanan jadi lancar dan menyenangkan serta bermanfaat buat yang ikutan.

20170722_080917.jpg

itu Arsten yang pakai topi biru dan tas biru muda nyempil di tengah-tengah.

Perjalanan mulai dari belajar baris dulu… supaya anak-anak jadi satu line. Berhubung hari itu anak-anak kecil yang ikut cukup banyak, maka ada beberapa kakak-kakak pembimbingnya yang baru. Makin seru deh hiking kita kali ini. Yuk, lihat gimana mereka jalan.

20170722_081344

wajib baris dulu bikin LINE supaya gak saling balap-balap-an. Lihat deh Arsten sadar kamera…

Track dimulai dari jalan-jalan di tangga-tangga curam ini… kita masuk ke kebun-kebun penduduk. Kebun pisang bisa kita lihat sepanjang jalan. Sedikit seperti hutan, tapi sangat bersih dan cukup terawat.

Menurut saya, anak-anak pasti lumayan cape nih kalau lihat track awalnya saja udah pakai tangga-tangga curam. Lihat deh…

20170722_083657

Tangga-tangga curam ini jadi track sepanjang hiking kali ini, lumayan nguras tenaga plus bikin betis otot-an nih.

Sepanjang jalan, saya dan Arnold terheran-heran, bisa lho penduduk disini bikin rumah yang berundak-undak, mepet kanan dan kiri. Lihat deh, pemandangan kita… gak heran kalau Bandung itu kota kreatif… sampai bikin rumah saja super kreatif sampe bisa tinggi ke bawah dan berundak-undak turun ke bawah.

20170722_084200

Menurut saya pemandangan ini mirip lah sama di film-film Korea…

Gak heran kalau lihat view kece kaya gini, saya dan Arnold ya selfie donk…

20170722_083342

20170722_083436

Mural sepanjang jalan ini bikin kampung ini menjadi seperti kampung kreatif yang memang bisa jadi asset kece buat foto-foto.

20170722_083459

Lanjut ya… perjalanan masih panjang… ternyata kita harus menyebrangi jembatan Sungai Cikapundung dan saya baru nyadar sungai ini kalau bersih kece juga lho…

20170722_084110

Sudah bersih… thanks to pemerintah dan Bapak-Bapak yang bersih-bersih, plus penduduk sekitar yang sudah sadar akan kebersihan.

20170722_084144

kece kan ? Kalau gak pernah hiking, kayanya kita gak pernah kesini, dan nemuin spot keren.

20170722_084401

Beberapa signage dipasang oleh Pemkot Bandung untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaga lingkungan.

Lanjut jalan, kita harus naik tangga lagi yang super tajam dan menyusur makam-makam penduduk sekitar… yuk ah, buru-buru takut ada yang “ikut”…

20170722_084614

tuh tangganya… curam banget…pantas rumah-rumah ini bisa terlihat berundak-undak.

20170722_090213

Ya ini makam yang tadi saya bilang… Oiya… depan saya itu salah satu pembimbing hiking yang bawa anaknya.. hebat lho… masih kecil dah ikut papahnya hiking… two thumbs up ! papahnya juga dikasih jempol, karena hampir setengah perjalanannya harus gendong si baby… #daebak

Akhirnya setengah perjalanan, anak-anak istirahat sambil lihat sikon sekitar alias bapak-bapak yang bersihin kali dari sungai Cikapundung. Om Anas (pembimbing yang pakai baju orange di foto di bawah ini) adalah salah satu leader perjalanan ini yang banyak ceritain anak-anak tentang apa saja sih yang ada di jalan. Selain itu ada Bu Rina yang hebat juga.. kasih ilmunya sepanjang jalan (sayang dia gak kefoto). Yang pasti sih Bu Endah dan Pa Miki yang gak berhenti ngomong sepanjang jalan, plus kakak-kakak yang masih muda-muda juga kece banget menge-lead anak-anak ini.

20170722_090449

Inilah potret anak-anak hebat Indonesia yang bakal jadi insan-insan aset negara… they’re strong and no fear… again… four thumbs up (pake jempol tangan dan jempol kaki).

20170722_090621

Lanjut ke track berikutnya… gak sabar nih.. pengen babasahan…

Ya, akhirnya kita sampai ke jalur sungai Cikapundung.

20170722_091718

Anak-anak harus ngikutin jalur untuk seberang sungai. Ternyata sungai ini adalah sungai yang biasa kita lihat dari pinggir Jl. Siliwangi… yuk ah… intip dari atas…

20170722_092014

Arsten so happy ketemu air… merem deh airnya bersih apa kotor.. bodo amat, yang penting dia sehat dan happy…

20170722_092111

lihat deh dia berani sendiri…. acung jempol lagi…

20170722_092201

Dan anak-anak hebat serta pembimbingnya yang super hebat ini bisa sampai ke sisi sungai.

20170722_092258

Lihat deh… sampai pada gak mau udahan.. saking senengnya panas-panas keringetan terus ketemu air… feel heaven…. adem…

20170722_092444

Berhubung saya dan Arnold gak mau basah, ya kita capture bocah-bocah ini aja dari atas… (view dari taman Cikapundung pinggir Jl. Siliwangi).

Setelah versi basah-basahan selesai, kita tetap harus tracking lagi melewati tangga-tangga curam sepanjang kebun.

20170722_092804

Ibu depan saya ini kecapean sampai ngos-ngosan… wkwkwkwk.. tenang Bu, you’re not alone.. saya juga pegel.

20170722_093130

Warung-warung INDOMIE ini menghiasi perjalanan menuju track berikutnya…

Track terakhir yang harus dilalui anak-anak selanjutnya adalah CLIMBING… horeeey !

20170722_093815

lihat deh Arsten climbing… 

20170722_093829

Berhasil lho.. kece banget nih anak.. maminya gimana ya??? lewat tangga aja ah.. #licik

Sepanjang perjalanan ini anak-anak bisa lihat banyak sekali pemandangan dan aktifitas penduduk yang sederhana tapi meaningful.

20170722_091234

Warung-warung yang jual sayuran dan kue-kue jajanan mengajarkan anak-anak bahwa cari duit bisa dimana saja walapun di kampung-kampung seperti ini.

20170722_082425

Kucing-kucing yang jemuran… bisa dipegang kalau gak takut…

20170722_083115

cakep ya tatapannya… tajam…

20170722_084412

Entah pohon apa namanya, tapi bagian putih-putih diatasnya bisa dihisap dan katanya rasanya manis…. mmm…. nyum nyum.. coba ah !

20170722_094445

Kebun kece ini juga bikin pengen difoto… walaupun sebelah kanan ada pantat si Bapak yang lagi bersih-bersih… #maapyapa

And last saya mau bilang… hiking tuh memang cari cape… tapi seru, banyak knowledge dan sehat yang bisa didapat. Arsten sih dapat soulmate kecil barunya nih…

20170722_075315

Dede kecilnya yang dari pagi dah gandengan mau ikutan hiking.

Seru ya… yuk hiking lagi Sabtu depan.. mau colek teman-teman sekolahnya Arsten yang lain ah.(Matthew, Jayden, Ega, Edsel, Alexa) … yuk ikutan biar sehat…

Tar kalau sempat saya buatin video selama perjalanan ya… tungguin saja… see ya…

Advertisements

Pizza Hut Maker Junior

Udah pernah denger kalau si rajanya Pizza, Pizza Hut punya aktivitas buat anak ? Ya.. sekarang Pizza Hut punya Pizza Maker Junior alias aktivitas membuat pizza untuk anak-anak. disini anak-anak bisa belajar masuk dapur pembuatan pizza.

Anak-anak akan diterangkan bagaimana bahan dan cara pembuatan pizza dimulai dari tepung sampe jadi Dough diberi topping sampai dipanggang dan benar-benar jadi sebuah pizza siap santap.

Beberapa bulan yang lalu Arsten sempat ikut Pizza Hut Maker Junior ini abreng teman-temannya. Karena bayarnya cuma Rp.38.000,-an semua anak-anak di kelasnya ikut semua. Thanks to Mami Susan Lauw yang koordinir semua acara dari awal sampe akhir.

Dengan Rp.38.000,- itu kita bisa dapat 1 small pan pizza buatan sendiri + 1 lemon tea / soft drink + buku gambar + sertifikat anak. Dan anak-anak juga adpat topi + topi koki + apron-nya juga… Ya cukup cengli lah…

Anak-anak dikenalkan mesin-mesin yang digunakan untuk membuat Pizza mulai dari mesin penagduk tepung-nya, proofer-nya dan pemanggangnya.

Lalu anak-anak juga diajarkan untuk membuat topping di dought pizza yang sudah di”penyet”. Mulai dari sauce-nya sampai pemilihan topping yang dipakai, salah satunya sosis dan keju mozzarella. Nih lihat deh Arsten dan teman-temannya mulai mengerjakan si topping-an pizza.

Mau lihat cuplikan selama anak-anak di dapur? bisa check disini.

 

20170516_123235

Nah ini hasil jadinya, gak sabar banget pengen pizzanya cepat dipanggang.

 

Selalu ada cerita “cute” dibalik semua proses bikin pizza, lihat deh Amadeo (kanan) ekspresinya itu lho… ngegemesin. Lara (tengah) super sabar nungguin giliran memanggang pizza, dan yang pasti Arsten (kiri) maunya lihat-lihat punya teman sebelahnya… sama gak ya pizzanya… wkwkwkwkwk.

20170516_123520

Nah ini dia kitchen-nya dan teman-teman Arsten yang super cute dan excited nungguin pizza-nya matang.

Sayang saya gak sempat foto hasil jadi si pizza mini, buku gambar dan sertifikatnya. Tapi menurut saya acara ini cukup asik buat diikuti oleh anak-anak. So mungkin ini bisa jadi referensi kegiatan anak disaat waktu luang…

Jadi pengen bikin pizza di rumah..

 

Bosan main ke Mall? Hiking aja yuk !

Selama liburan sekolah kemarin, saya dan Arnold (suami saya) memutuskan untuk banyak-banyakin kegiatan buat Arsten (anak saya). Berhubung memang Arsten memang cenderung gak bisa diem di rumah, jadi mendingan kita bawa jalan-jalan aja… Dalam sebulan ini, tiap Sabtu dia pergi hiking bareng teman-temannya… Salah satunya kemarin, ke Tabuga City View. Letaknya di daerah Punclut, Ciumbuleuit, Bandung.

WhatsApp Image 2017-07-18 at 14.29.09 (2)

Tabuga ini memang letaknya agak tinggi jadi bisa lihat pemandangan kota Bandung dari atas.. yang jelas Dago keliatan banget, dan udaranya super seger dan cukup fresh.

pemadangan tabuga city view

Penampakan Kota Bandung dari atas.

Searching-searching dikit, si hiking buat anak-anak ternyata banyak gunanya lho, cek yuk gunanya apa aja…

  1. Hiking mengajarkan anak tentang pentingnya bekerjasama dalam kelompok.
  2. Keberanian mengambil keputusan serta dapat membentuk fisik yang sehat dan kuat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
  3. Jalur hiking sangat bervariasi, mulai dari track yang mendatar, menurun dan mendaki/menanjak sehingga dapat memberikan kesan petualangan dialam bebas yang dapat membentuk jiwa kebersamaan didalam kelompok
  4. Anak-anak diajarkan untuk berdisiplin dengan cara membagi kelompok hiking menjadi kelompok-kelompok kecil.
  5. Anggota kelompok berjalan secara berurutan satu-persatu dan tidak diperbolehkan untuk saling mendahului dari mulai awal hiking hingga berakhir, dengan demikian rasa kebersamaan dalam kelompok dapat tetap terjaga.
  6. Melatih kecerdasan motorik. Saat melakukan berbagai aktifitas outdoor, otomatis seluruh bagian tubuh akan bergerak.
  7. Menambah pengetahuan dan pemahaman anak tentang alam. Beragam flora dan fauna yang belum pernah dilihat sebelumnya tentu saja akan menambah wawasan.
  8. Merangsang anak menjadi lebih responsif terhadap lingkungan sekitar sehingga anak lebih berempati terhadap lingkungan.
  9. Anak dan orang tua mempunyai quality time agar terciptanya keterikatan batin yang kuat, yang sebelumnya jarang ditemui apalagi saat orang tua bekerja dan jarang menemani kegiatan anak.
  10. Belajar untuk survive. Pengalaman baru akan membuat anak beradaptasi terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam kondisi tertentu, anak akan dihadapkan pada kenyataan untuk survive.

buat yang mau lebih jelas, bisa cek juga disini.

Nah, sepertinya buat anak model Arsten yang susah fokus ini adalah salah satu alat terapi yang cocok untuk dia bisa konsentrasi dan juga bisa diajar untuk bekerjasama dalam kelompok serta bisa membantu awareness, dia juga bisa survive terhadap problem yang dia hadapin.

Keren kan? Jadi hiking ini bisa jadi salah satu cara supaya anak kita gerak, dan gak main melulu di mall. Percaya deh alam lebih baik dibanding yang buatan.

Mau check foto-fotonya Arsten dan teman-temnanya hiking? lihat di sini yuk…

WhatsApp Image 2017-07-18 at 14.29.17 (2)

Siap-siap mau berangkat Hiking. Setelan kaos tangan panjang, celana training, rompi yang ada capuchon-nya, sepatu yang gak licin plus topi jadi teman perjalanan hikingnya Arsten kemana-mana.

 

20108529_10211689919237449_6214966514480981126_n

Nih temannya Arsten, Matthew. Cakep banget ya tampilannya… Rajin-rajin hiking ya …

WhatsApp Image 2017-07-18 at 14.29.17

Naik turun gunung, daki lembah, seberang sungai, jadi rute menyenangkan selama hiking.

WhatsApp Image 2017-07-18 at 14.29.11 (1)

Lihat deh .. gini nih nyusurin kebun orang… banyak banget yang bisa dilihat dan di explore.

tanaman

Seru banget lihat banyak banget tanaman yang ditanam di kebun sepanjang perjalanan. Dan anak-anak bisa dapat banyak pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan.

WhatsApp Image 2017-07-18 at 14.29.11

Saya super excited nemu kebun Kabocha alias kebun pumpkin… 

WhatsApp Image 2017-07-18 at 14.29.17 (1)

Menyusur kampung juga salah satu kegiatan dan rute sepanjang hiking.

19961079_10211689920277475_8720879334695221856_n

Selalu ada waktu istirahat untuk saling kenal dan ngumpul sesama teman – teman hikers. Seru banget ! Lihat Arsten … pasti dia lagi bantuin Kaka Ahmad buat ngomong tuh… 

20031768_10211689919597458_5231301383168255689_n

Cape ? Pasti… Kotor? Pasti. Jangan takut, alam bisa mengajarkan kita banyak hal.

WhatsApp Image 2017-07-18 at 14.29.13

Sebagai orang tua yang support anaknya, kita ikutan hiking, biar ikut sehat, siapa tahu pakai bonus kurus #ngarep . 

WhatsApp Image 2017-07-18 at 14.29.18

Tim hikers dari sekolah Arsten di Tiara Bunda, ada Matthew (kiri), Jayden (tengah), Arsten (kiri). Bersama 2 mami-mami (Maminya Matthew (Mom Uciek) dan Maminya Jayden (Mom Rosi))

WhatsApp Image 2017-07-18 at 14.29.19

Nah ini Bu Endah (kanan) leader dari Bandung Physical Training yang membantu anak-anak ini hiking setiap Sabtu. Thank you Bu… hiking dan pengetahuannya sangat membantu.

19990239_10211689920757487_1710543658645617674_n

Tim support hikers ceria minggu ini… semoga minggu depan kita bisa hiking sama-sama lagi ya.

Mau check 1/2 perjalanan kita? bisa check disini.

Hiking memang cape sih, tapi terus terang bikin ketagihan. Kotor, basah, digigitin serangga, lecet, baret-baret jadi proses yang menyenangkan buat anak-anak maupun orang dewasa.

Buat teman-teman ortu yang punya anak berkebutuhan khusus seperti autism, SPD, Speech Delay, Hipersensitive, Hyposensitive, hiking ini bisa jadi salah satu alat bantu terapi yang baik buat anak-anak lho. Tentu saja bukan berarti anak normal gak boleh ikutan ya… ikutan saja biar seru dan tentunya SEHAT ! .

Yuk Hiking….

SE’I LELEBO

Buat saya yang memang doyan semua yang berbau makanan, nemuin tempat makanan yang baru tuh bakal jadi aktivitas paling menyenangkan. Mulai dari yang cuma icip-icip sampe makan beneran.

Nah, kebeneran banget kemarin pulang setelah bawa Arsten (anak saya) hiking di daerah Tabuga City view (Punclut), saya mampir ke salah satu tempat makan yang di recommend di salah satu group di WA saya. Tempat makan ini baru soft opening di 8 Juni 2017 yang lalu, which is masih super baru.

Mampirlah kita ke  SE’I Lelebo. Letaknya agak nyempil, kalau dari arah bawah, letaknya sebelahan dengan SOERABI Punclut, lokasinya tepat di sebelah kanan jalan, pintu pagar berpapan LELEBO pasti kelihatan dari pinggir jalan. Tepatnya di Jl. Pagermaneuh No.20, Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391.

Setau saya Se’i artinya daging asap,  khasnya dari Provinsi NTT. Dagingnya dimasak dengan kayu bakar yang berjarak jauh, jadi bukan lidah api yang bikin dagingnya matang, tapi asap panasnya yang bikin dagingnya siap dimakan. Masakan se’i ini biasanya dari daging sapi ataud dari daging babi. Daging se’i ini bisa langsung dimakan dengan diiris tipis-tipis. Dan biasanya dimakan dengan aneka sambal dan sayur mayurnya.

Dan betul tebakan saya soal si Se’i Lelebo ini, mereka memakai daging babi sebagai daging utama-nya. Suasana tempat makannya yang sederhana tapi sangat cozy buat nongkrong dan nikmatin dinginnya Bandung serta dapurnya yang bersih dan wangi asap-asap ini bikin pengen langsung pesen terus makan. Mau lihat menunya? nih…

Menu Sei Lelebo

menu Se’i Lelebo

 

Menunya singkat, padat, tapi super jelas… Dan lihat deh harga promonya… yang pasti makan disini gak bakal bikin kantong kamu “bolong”, dengan Rp.20.000,- kamu udah bisa dapet 1 paket komplit (nasi + sei babi + kuah + sambal favorite pilihan kamu) + Es teh manis. KENYANG !

Tampilannya seperti ini… pengen banget langsung disantap gak sih….?

sei lelebo 1

ini tampilan si Se’i Lelebo.. keliatannya endeus ya…

Daging Se’i-nya menurut saya cukup juara karena saya belum pernah nemuin restoran atau tempat makan yang jual daging babi asap model begini, jadi buat saya ENAK ! dan juga dagingnya yang diasap sampai matang, diiris tipis-tipis bikin dagingnya empuk dan ada bau-bau gosong asapnya … saya suka banget. Sambalnya, saya dan teman-teman sengaja pesan semua jenis sambal. Pilihan saya jatuh pada Sambal Lu’at. Menurut yang jual, sambal lu’at ini adalah sambal khas NTT, rasanya pedas, asam, manis… enak! tapi buat saya lebih endeus lagi si Sambal Tinorangsak, sambal dengan cabe ijo dan daun singkong… so yummy… Sambal Matah juga rasanya fantastis di mulut, Sambal Wokunya juga OK… buat saya the best.. makan dengan Sayur daun Singkong dan Kuahnya yang gurih bikin Se’i Lelebo ini jadi endeus banget. Untuk yang Lada Hitam saya gak sempet nyobain, tapi kalau dari tampilannya sih sedep banget.

sei lelebo 2

ini semua jenis sambal-nya… silahkan dipilih.

Buat kamu-kamu yang boleh makan haram, bisa mampir kesini. Buat saya, tempat ini recommended banget. Dingin-dingin makan yang anget-anget dan berasap memang paling yahud… kalau niat boleh juga nih bawa 1 kaleng bir plus kacang buat dessert bakal tambah enak banget nih…

Yang mau lihat profile Se’i Lelebo ini bisa cek disini ya…

Yuk ah… mau makan lagi disini.. ketemuan ya…

 

Sweet Escape

Sabtu minggu yang lalu saya dan keluarga mencoba untuk berlibur di sela-sela kesibukan kantor yang selalu jadi “makanan” sehari-hari. Thanks God to Mama & Papi mertua saya yang ngasih satu kamar cottage yang menurut saya asik buat ngadem dan refreshing.

Sapu Lidi Resort adalah pilihan cottage mereka untuk saya dan keluarga. Sapu Lidi sudah termasuk cottage yang sudah lama excist di Bandung tapi ternyata masih cukup terawat dengan baik.

Menuju ke Sapu Lidi yang letaknya di Lembang pastinya di hari Sabtu adalah suatu perjuangan. Melawan kemacetan yang selalu terjadi ke arah Lembang menemani perjalanan saya bersama Arsten (Arnold menyusul dari Jakarta karena kerja dulu).

Sesampainya disana Papi & Mama mertua saya sudah menunggu di Sapu Lidi.

20161023_063032

Ini tampilan pertama yang saya lihat ketika sampai di Sapu Lidi Resort.

Kita baru bisa check in setelah pk.14.00 maka sambil menunggu jelas kita langsung bersantap siang di Sapu Lidi Resto, makanannya cenderung standard rasanya, tapi cukup mengobati rasa lapar saya di siang itu. Ikan Bakar, tumis kangkung, karedok menjadi pilihan menu makan siang.

Setelah selesai makan, rasanya ingin cepat-cepat masuk ke kamar cottage yang tampaknya sangat asri dan adem. Ternyata setelah kita check in, kamarnya asik, buat saya yang bertiga dengan Arsten dan Arnold, kamar tersebut sangat comfy buat lari-larian dan ngampar di bawah. Ada teras kecil di depan cottagenya buat ngopi-ngopi cantik sambil ditemani udara dingin dan suara air danau yang bikin super nyaman. Fasilitas air panas, dan TV cable sudah menjadi nilai plus buat saya.

20161022_153504

Ini tampilan cottage tempat saya menginap, Kamar KAREMBONG bersebelahan dengan cottage mertua saya Kamar PUTRI NOONG. Dua cottage ini ada connecting door-nya juga lho… seru !

Kurang lebih ada 20-an cottage di Sapu Lidi Resort ini dan rata-rata ada connecting door-nya. Kamar besar dengan satu ranjang berkelambu, TV dengan TV cable Trans Vision, Tempat duduk santai dengan meja ngopi di dalam kamar juga bikin kamar ini makin cozy. Kamarnya cenderung nyaman, gak serem. Cuma jangan panik ketika tiba-tiba ada kodok kecil mampir ke kamar mandi (biasanya kecoa, sekarang nemunya kodok :D).

20161022_143349

Ranjang berkelambu ini jadi spot utama cottage ini, cukup luas buat tidur bertiga.

20161023_054900

Kamar mandi yang luas dengan shower air panas cukup nyaman walaupun tegel-tegel sudah agak “jadul”. 

20161023_054919

Wastafel yang unik ini juga membuat kamar ini jadi makin terlihat asri.

20161023_054910

toilet yang terpisah rtuang dengan kamar mandi bershower bikin lebih private dan bisa paralel mandinya.

Ada beberapa aktifitas yang bisa kita lakukan di Sapu Lidi Resort ini. Untuk Arsten pasti yang pertama jadi requestnya ya naik perahu. Lihat deh serunya dia naik perahu bareng Opa-nya.

20161022_152237

Puter-puter naik perahu di danau, Arsten menikmati banget berperahu bareng Opa dan Mas Kiki (yang dayungin perahu mereka, asik lho, bayarnya sukarela saja).

Selain berperahu ya pastinya foto-foto donk. Banyak visual-visual menarik di Sapu Lidi Resort ini, seperti bentukan cottage yang jadul, danau buatan yang catchy, becak-becak yang sengaja ditaruh untuk spot foto-foto, lampu-lampu bambu yang unik, peralatan makanan yang kuno, dan juga tempat souvenir yang bisa bikin laper mata dan pastinya asik buat foto-foto.

20161022_153413

Cottage yang terkesan tua tapi buat saya berasa hidup di hutan dan super asri. Saya sih Yes ya…

20161022_153346

Lampu-lampu jalan yang unik dan berasa hutan-nya.

20161022_153257

Becak-becak yang berhasil jadi spot-spot foto orang-orang yang mampir kesini.

20161023_062216

lihat deh Arsten pun jalan-jalannya di seputaran becak-becak lucu yang tersebar di beberapa spot resort.

20161023_061557

Perahu-perahu dan danau yang pastinya bikin pengen keluarin kamera atau handphone buat difoto.

20161022_151255

Danau asri ini membuat resort ini terasa seperti hutan. Dengan suara-suara tupai ayng loncat-loncat di pohon, resort ini makin terasa asri dan again saya sih Yes banget sama yang asri-asri gini.

20161023_061426

Lampu-lampu bambu ini menerangi sepanjang jalan menuju cottage.

Souvenir-souvenir, tempat makan dan minum jadul ini juga jadi ciri khas resort ini.

Walapun sempat mati lampu selama kurang lebih 1/2 jam, cottage ini menyediakan emergency lamp, so gak terlalu ngeri lah walapun diluar super gelap dan banyak suara-suara khas hutan yang kadang bikin merinding. Tapi tetap buat saya weekend ini tetap sweet escape yang menarik dan mungkin suatu hari perlu diulang lagi.

Gak lupa donk foto-foto saya yang bangun tidur di tempat ini… seru ! Thanks to Papi & Mama yang dah ngajak saya dan kelaurga buat berlibur bareng kesini. 🙂

Laper? Ya Pepes Bu Ani Purwakarta

Kalau ngomongin lapar di tengah perjalanan ke Jakarta, selain ngebubur di Kedai Mandiri, pilihan saya pasti melahap pepes di Purwakarta.

Melipir sedikit keluar pintu tol Purwakarta, saya pasti langsung menuju tempat tujuan. Pepes Bu Ani Purwakarta. Sosok Bu Ani yang ramah dan seru ini selalu bikin asik buat makan disini.

Ketika masuk ke rumah makan ini kita akan berasa makan di rumah. Tempatnya tidak besar cenderung seperti warteg tapi rasanya restoran sunda manapun bakal kalah sama cita rasa masakan Bu Ani. Di meja makan biasanya sudah hadir beberapa piring pepes yang baru matang, lalu nasi putih, lalapan dan sambal cobeknya yang khas bakal langsung disajikan untuk disantap. Pepesnya macam-macam dari pepes ayam, pepes usus, pepes belut, pepes peda dan banyak lagi pepes-pepes yang lain.

4 favorit pepes saya adalah pepes teri, pepes oncom, pepes tahu dan pepes jamur. Pepes-pepes ini jadi menu wajib kalau berkunjung kesini. Disantap dengan nasi panas, lalapan leunca plus sambalnya yang pedas dan air teh panas… endeeeus banget…

Pepes bu ani purwakarta

Begini nih tampangnya pepes-peeps yang menggugah selera makan. Abaikan saja gelas-gelas putih berlogo putri hijau di foto ini karena itu jadi barang wajib yang nemenin perjalanan keluar kota… hahaha…

Foto-foto saya gak terlalu banyak disini, soalnya kalau sudah kesini bawaannya pengen langsung makan, hasrat fofotoannya langsung hilang dikalahkan rasa lapar.

Yang belum pernah kesini segera mampir. Bokek? Gak masalah karena pepes disini harganya gak bikin kantong bolong tiba-tiba kok muali dari Rp.2.000,- s/d Rp.10.000,- (ayam). So pastinya makan di sini enak plus kenyang.

Yuk mampir ke Pepes Bu Ani Purwakarta ! Dan jangan lupa santap juga dessert jeruk, mangga dan pisang yang disajikan sebagai makanan penutup.

Pepes Bu Ani 

Jln. Ir H Juanda No 2 Purwakarta
Telp 0264-210978
081321154343
Menu : Aneka Pepes
Pepes jambal, teri, lele, ikan mas, peda, ampela, oncom, belut, telur ikan, jamur, gurame dan ayam. Disajikan bersama lalapan, dan dua jenis sambal. Lokasinya  sekitar 8 km dari kota purwakarta menuju arah Waduk Jatiluhur. 

Oleh-oleh menyenangkan dari Bali

Ngomong-ngomong oleh-oleh, hari rabu yang lalu Mami saya liburan dengan saudara-saudara dan teman-temannya ke Pulau Dewata. Agak-agak jealous pengen ikut liburan, kangen banget nikmatin sun bathing dan kuliner di Bali, tapi apa daya kerjaan numpuk dan gak bisa ditinggalin juga. Tapi rasa kangen saya setengah terobati dengan oleh-oleh yang dibawa Mami pulang ke Bandung.

Oleh-oleh pertama yang pasti bikin saya happy adalah sesuatu yang haram pastinya… #maafkansayasukayangharam . Sate Babi Bawah Pohon Legian. Sate ini saya kenal sejak 2012-an. Letaknya gak jauh dari Jayakarta Hotel di Jl. Werkudara. Satenya super sedap, harganya juga sangat affordable untuk nikmatnya yang bikin ketagihan. Cukup 25 ribu aja dapat 1 porsi sate babi dengan nasi putih yang diberi garam dan cabe rawit. Endeeuus banget dah… Pastinya sate ini gak asing donk… nih penampakannya…

20161016_115108

ini tampangnya si Sate Babi Bawah Pohon Legian – Jl. Patih Jelantik, Legian, Kuta.

Makannya paling enak sama plecing kangkung… tapi berhubung makannya di Bandung, cah kangkung ini pun bikin gak pengen berhenti makan.

20161016_115144

Kalau yang ini sih bikin sendiri ya… Cah Kangkung buatan ibunda tercinta.

Selain si sate yang happening ini, Mami saya bawa pulang dua makanan berat lainnya. Ayam Betutu dan Dedeng Babi khas Bali. Mau tau ceritanya? Ntar ya… kalau sudah dimakan, pasti saya ceritain.

Pia Baturiti. Saya baru lihat di Bali ada pia ini. Ternyata gak cuma Yogyakarta yang famous sama pia-nya, ternyata Bali juga punya pia yang sama enaknya. Teksturnya lebih crunchy, rasanya enak dan gurih. Saya sih Yes banget sama pia ini.

20161016_120926

in bentukannya… Pia ini pastinya jadi makanan yang wajib dibeli di Bali

Kacang-kacangan udah pasti donk jagonya Bali. Dari kacang Dewata sampe kacang disco semua ada. Pastinya gak mungkin ketinggalan diborong buat cemilan.

20161016_121233

Kacang-kacang ini yang bakal nemenin saya nulis.

Dhian keripik ceker ayam. Keripik ini unik. Bentuknya sesuai namanya seperti ceker ayam. Gurih, kriuk kriuk, asin-asin enak. Saya bisa makan si keripik ceker ini sama nasi putih anget doank lho… rasanya super maknyus. Kalau ke Bali jangan lupa borong keripik ini ya… ada yang mau ke Bali lagi ga? Saya mau nitip.

20161016_121825

Makanan super wajib yang harus dibeli di Bali. Keripik Ceker Ayam super lezat !

Gak afdol juga ya kalau ke Bali gak beli sesuatu yang cuma bisa didapet di Bali. Seperti kain songket Bali, sarung-sarung Bali yang pastinya pengen diborong, tas-tas colorful yang lucu dan bikin laper mata. Tapi favorite saya jelas sepatu teplek yang harganya murah meriah, tapi kece banget buat dipake jalan-jalan. Thanks Mom ukurannya pas 39.

20161016_121346

Ini songket Bali buat kamu-kamu yang belum tahu.

20161016_121439

Tas-tas yang bikin laper mata. Abaikan tangan kecil disana. Arsten, anak saya mau ikutan foto tapi cuma tangannya saja.

20161016_121608

ini favorite saya… sepatu flat murah meriah… mau pada nitip ga?

And last but not least… Pie Susu ! Ini mah barang wajib ya. Gak boleh lupa beli pie ini.

20161016_120545

Kalau gak ke Krisna tuh kayanya gak ke Bali. So pasti beli Pie Susu.

Rasanya obat kangen saya akan Bali cukup mempan dengan segabrug oleh-oleh ini. Thanks Mom… kalau jalan-jalan lagi jangan lupa oleh-olehnya ya…

Dilema working mom

Pernah ngerasain dilema jadi working mom? Hari ini rasanya saya betul-betul mengalami dilema.

Pagi ini Arsten anak saya jatuh. Jatuhnya kepeleset di kamar mandi. Dagunya kena sudut tegel. Tadinya dia cuma nangis tapi lama-lama darah mulai ngucur dari dagunya. Saya panik lihat darah yang lumayan banyak, langsung cepat2 saya ambil tindakan… perban + betadine cream dan hansaplast langsung jadi barang berharga pagi ini. Saya pikir cuma luka biasa… ternyata setelah dilihat, dagunya sobek.

Hal pertama yang saya lakukan adalah lukanya saya tutup pakai perban tadi dan peluk dia beberapa saat untuk meredam tangisnya. Sementara suami saya beres2 barang keperluan Arsten, saya tetap peluk dia supaya gak terlalu berasa sakit.

Hari ini saya punya janji untuk presentasi di kantor.. which is saya gak mungkin ninggalin pekerjaan itu. Dilema mulai ‘nyamperin’ kegalauan saya.. mau ke rumah sakit antar Arsten atau langsung cabut ke kantor supaya lebih santai dan gak telat. Saya pilih antar Arsten sampai mobil..peluk dia sampai dia tenang… lalu tinggalin dia di mobil untuk pergi sama papinya ke rumah sakit… saya berharap bisa susul dia ke rumah sakit setelah presentasi saya beres.

Sampainya di rumah sakit… Arsten langsung diberi tindakan medis alias harus dijahit karena dagunya sobek. Lukanya gak dalam tapi sobeknya lumayan besar sehingga harus ada 3 jahitan yang akan bikin dagunya rapat lagi. Saya kalut dari pagi… rasanya nyetir mobil pun ngawur. Terbayang gimana rasa sakitnya Arsten dan terbayang susahnya untuk bikin dia tenang supaya proses jahit lebih mudah.

Ternyata proses jahitnya tidak lama. Saya belum selesai urusan kantor, Arsten sudah selesai diberi tindakan. Akhirnya beres sudah dilema pertama… Arsten aman.

Ketika saya pulang ke rumah… rasanya laper saya yang melanda sejak kemacetan ketika pulang ke rumah tiba-tiba hilang. Arsten menolak makan, minum bahkan semua makanan favoritenya dia tolak. Dagunya ditutup perban. Bibir bawahnya dia gigit mungkin supaya sakitnya berkurang. Ketika saya dekati dia… langsung dia tolak untuk menyambut dan cium saya seperti biasanya.

Dia tolak semua yang saya berikan. Bahkan dia menolak untuk saya peluk seperti tadi pagi. Gimana rasanya jadi saya? Hancur lebur…. rasanya seperti ditampar… dilema tadi pagi itu berdampak malam ini… tangis saya gak kebendung…saya merasa sangat bersalah tidak ada disaat mungkin dia memerlukan saya… dia ingin saya ikut tadi pagi untuk membuat dia lebih tenang.

Dilema working mom ini buat saya jadi merasa serba susah dan serba salah. Satu sisi saya sangat ingin berada bersama dengan Arsten dan keluarga. Tapi disatu sisi saya punya tanggung jawab atas perkerjaan yang juga menghasilkan sesuatu untuk menopang hidup saya dan keluarga. Sedih rasanya kalau diperhadapkan dengan hal seperti ini.

Arsten… mami minta maaf kalau mami cuma bisa temenin Arsten sebentar… tapi percayalah semua yang mami lakukan semua buat Arsten. I love u baby. I always be there for you.

 

 

Yo’urt … homemade yogurt … enaaaak !!!

Ada yang suka yogurt ??? Saya termasuk pencinta yogurt, selain minuman ini bikin sehat, bisa bantu pencernaan juga, dan yang pasti bisa di-combine sama dessert lainnya.

Saya mau kenalin satu brand yogurt terbaru, namanya YO’URT. YO’URT ini baru saja lansir ke public. Yo’urt ini asli homemade, rasanya macem-macem, ada strawberry, blueberry, melon, anggur, mocca, mangga, leci, sirsak, jambu, sampe durian juga ada, tentu plain manis dan plain polos buat campuran jus juga tersedia. Favorite saya sih leci sama durian. Saya yang gak doyan durian sampe hari ini, kesengsem lidahnya sama yogurt rasa durian punya Yo’urt.

Satu botol isi 150ml, cukup buat 1 kali minum. Buat saya yogurt ini kental, tapi enak akrena kita bisa nikmatin yogurtnya pakai sendok, jadi lebih kerasa, dibanding langsung tenggak, eehhh tau tau abis… Saya prefer buat minum yogurtnya Yo’urt yang kudu pakai sendok karena Yo’urt ini gak mengandung pengawet, expired-nya maksimal 10 hari. Kalau bisa sebelum hari ke 7 sudah diminum biar lebih bagus buat tubuh. Bahan-bahannya alami ada susu skim, gula, Buah, Krim, Penstabil Nabati dan 4 Kultur Yogurt (S.thermophilus, L.bulgaricus, L.acidhophilud, Bifidobacterium). Nah katanya yogurt biasa cuman mengandung 3 kultur yogurt padahal si Bifidobacterium itu yang bagus buat tubuh.. Ok… jadi pilihan saya ya udah gak usah cari-cari yogurt yang lain, Yo’urt aja.

Mau liat tampangnya YO’URT ini?

YO'URT  yang ini rasa leci, strawberry sama anggur

YO’URT
yang ini rasa leci, strawberry sama anggur

Lucu kan kemasannya??? hihihihi… saya aja naksir tiap liat botol berisi cairan sehat ini. Kalau mau tau lebih banyak soal YO’URT bisa cek di sosmed-nya : FACEBOOKNYA di YOURT YOGURT , follow juga TWITTER-nya di @yourt_yogurt , bisa cek instagramnya di yourt_yogurt dan Path-nya di Yo’urt Yogurt.

Buat kamu-kamu yang di Bandung, kamu bisa langsung pesen YO’URT dengan contact langsung ke : +62 816 420 8178 / +62 819 10 333 880 atau add PIN BB-nya di : 7661D7C4 / 7CF7E2FC. Maklum mungkin karena masih baru, produksinya gak tiap ahri, jadi Yo’urt bakal open PO tiap Senin untuk pengantaran di hari Jumat / Senin depannya.

YO’URT ini juga bisa buat dibikin smoothie lhooo… mmm…nyum..nyum… ayo buruan pesen… trus langsung dinikmatin… seger… slurrrp…yummy… !

 

Ya… ! WARUNG JENGKOL Majalaya

Yes… saya excited banget mau nulis ini  !

Pernah denger WARUNG JENGKOL… konon katanya tempat ini famous banget di Majalaya.

Saya setuju kenapa tempat ini jadi famous dan happening banget. Semuanya karena makanannya yang enak, murah meriah, banyak macemnya, dan yang pasti JENGKOL-nya!

Saya bukan penggemar makanan yang menimbulkan bau-bau gak enak. Pete pun rasanya mikir dua kali kalau mau makan, kecuali ada di nasi goreng pete ya. Boleh lah… Tapi denger nama jengkol, rasanya udah kebayang gitu… rasa dan bau-nya… Tapi salah seorang teman kantor saya meyakinkan saya dua sampe tiga kali untuk nyobain jengkol bikinan si Warung Jengkol ini. Katanya gak bau dan rasanya enak.

Akhirnya pas saya pergi kunjungan kantor ke Majalaya, saya mampir dan niat datang ke Warung Jengkol demi ngerasain enaknya tuh jengkol yang happening banget.

tampak depan si Warung Jengkol

Tampak depan si Warung Jengkol

Ini tampak warungnya... asik banget nih... nyunda abisss

Ini tampak warungnya… asik banget nih… nyunda abisss

 

 

 

 

 

 

 

Pas sampai kesini langsung berasa orang Sunda, warungnya bener-bener warung… tapi seru banget. Biasanya enak nih kalau tampilan luarnya gak OK. Pas masuk kedalem sambutan pertama adalah si Jengkol yang bercokol di mangkok gede. Rasanya langsung excited karena lihat bumbunya yang seperti bumbu rendang padang, rasanya bikin air liur mulai ngucur pengen nyicip.

Jengkol semangkok guede yang menyambut saya buat nyicipin

Jengkol semangkok guede yang menyambut saya buat nyicipin

wjudu warungnya yang bener-bener warung

wujud warungnya yang bener-bener warung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Langsung saya pesan 1 porsi jengkol, kurang lebih isinya 6 sampai 7 potong jengkol. Bumbunya banyak bikin semakin pengen langsung makan. Tapi saya pilih-pilih makanan lain juga selain jengkol. Ada beberapa tumisan dan ikan / ayam yang dijual disini. Semua masakan ditata rapih di tungku-tungku lucu khas Sunda-an.

Genjer ... hmmm... nyum-nyum

Genjer … hmmm… nyum-nyum

Ada tumisan jamur dan daun pepaya juga

Ada tumisan jamur & daun pepaya juga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada beberapa makanan pendamping seperti tahu, tempe, perkedel, ayam goreng, aneka pepes, dll buat ngedampingin makan jengkol yang luar biasa wangi baunya.

Nah ini pendamping si jengkol. Tinggal dipilih...

Nah ini pendamping si jengkol. Tinggal dipilih…

 

 

 

 

 

 

 

dan ini sambel leunca-nya…sedaaaap !

Sambel leunca yang POL banget tersedia buat diabisin...

Sambel leunca yang POL banget tersedia buat diabisin…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ok, akhirnya pesanan saya lengkap. Saya pesan Jengkol, genjer, daun pepaya, ikan bumbu cabe, plus pepes tahu. (nasi 2 dan jengkol 2 itu salah satunya punya teman saya). Teh hangat juga disajikan untuk menambah selera makan, penyajiaannya juga di gelas-gelas kaleng jaman dulu. Makan jadi berasa seru banget !

ini pesanan saya !

ini pesanan saya !

makanan-makanan yang saya pesan sepertinya bikin saya balik lagi kesini

makanan-makanan yang saya pesan sepertinya bikin saya balik lagi kesini

 

 

 

 

 

 

 

 

Pertama pasti saya cobain JENGKOL yang “jahanam” ini. Ternyata rasanya enaaaaaaaaakkkkkkk !!!!! bangeeeeettt !!!!! Teksturnya seperti kentang, rasanya juga seperti kentang (menurut saya). Bumbunya betul, berasa bumbu rendang padang, dan enak banget. Kalau dicium jengkol ini tidak berbau busuk seperti yang biasa orang-orang bilang. dan yang pasti jengkol ini rasanya enak ! WAJIB NYOBA!

Genjer, daun pepaya, pepes tahu dan ikan cabe merah-nya juga enak… ngasih rasa lebih buat makan siang di Majalaya hari itu.

 

Semua habis ludes dalam waktu singkat, karena semuanya enak ! Perut dan lidah saya terpuaskan oleh masakan si ibu Warung Jengkol. Menurut saya, makanan ini wajib dicoba sama siapapun yang mampir ke Majalaya. Dan percaya deh, jengkolnya bener-bener gak bikin bau. Maaf, buang air kecil saja juga gak ada bau-nya lho… Jadi jangan ragu-ragu buat nyobain jengkol ini.

ini Ibu yang jual jengkol.

ini Ibu yang jual jengkol.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sharing sedikit mengenai jengkol. Jengkol ternyata memang gak bisa diremehkan dari sisi kandungannya. Jengkol mengandung Kalsium yang tinggi. Selain itu, jengkol juga adalah sumber protein yang baik, yakni 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 gram per 100 gram. Protein berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. Karena itu, protein sering disebut zat pembangun. Protein juga memberikan efek menenangkan otak.

Selain itu jengkol juga bisa bermanfaat buat penderita jantung koroner karena mengandung vitamin, asam jengkolat, mineral, dan serat yang tinggi. Jengkol juga memiliki khasiat diuretic yang dapat membantu melancarkan pembuangan urine, dan hal ini sangat menguntungkan bagi penderita penyakit jantung koroner. Lalu jengkol juga bisa melangsingkan perut buncit dan manfaat lainnya adalah mencegah penyakit diabetes/kencing manis dikarenakan kandungan asam dan mineralnya. Cuman asam jengkolat yang terdapat di jengkol berupa kristal dan tidak mudah larut oleh air. Karena itu saran dalam mengkonsumsi jengkol adalah jangan berlebihan, karena ginjal bisa jadi tidak dapat menyaring asam tersebut dalam jumlah yang kelewat banyak hingga akhirnya mengalami sulit berhenti buang air kecil atau sering disebut anyang-anyangan atau kejengkolan.

Nah, makin pengen nyoba gak makan jengkol ???

Ya saya sih masih mau makan jengkol lagi terutama di WARUNG JENGKOL MAJALAYA !